Sekilas

Tentang Pengakhiran Program MAMPU

MAMPU merupakan program kemitraan yang dirancang selama 8 tahun, dan sejak tahun 2012 telah mendukung organisasi masyarakat sipil dan organisasi yang tertarik pada isu gender untuk berkoalisi dengan masyarakat, eksekutif, legislatif dan sektor swasta untuk mendorong perubahan berbasis bukti. Tahun ini menandai selesainya Program MAMPU dimana banyak capaian dan perubahan telah diraih baik di tingkat komunitas, daerah, maupun nasional. Hasil ini telah membawa perubahan positif di mana kapasitas, suara dan pengaruh perempuan, serta akses mereka ke layanan meningkat.

Sehubungan dengan pengakhiran Program MAMPU, Sekretariat Program MAMPU bersama seluruh mitra nasional dan daerah berencana mengadakan konferensi penutupan program dimana perjalanan 8 tahun Program MAMPU dirancang secara strategis dan dikemas secara menarik ke dalam sejumlah kegiatan yang akan menampilkan dan merayakan pencapaian utama Program MAMPU dengan jalinan teori perubahan MAMPU, yakni:

  1. Peningkatan kapasitas dan kesiapan aksi kolektif merupakan dasar dari kontribusi MAMPU terhadap pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender.
  2. Peningkatan Suara dan Pengaruh di mana peningkatan kapasitas dan kesiapan akan berkontribusi pada suara dan pengaruh yang lebih besar, khususnya pada pengembangan dan implementasi kebijakan.
  3. Peningkatan Akses ke Layanan Esensial sebagai hasil dari peningkatan pengaruh kolektif pada cara kebijakan dibuat dan dijalankan seharusnya berkontribusi pada akses yang lebih baik ke layanan bagi perempuan miskin di seluruh Indonesia.

Untuk mencapai tujuan di atas, MAMPU melakukan serangkaian kegiatan dan Konferensi Penutupan MAMPU yang dimulai dengan serial Talkshow "Sapa Perempuan MAMPU" yang mengundang anggota perempuan OMS akar rumput mitra Program MAMPU dalam mengupayakan keseteraan gender dan pemberdayaan perempuan di berbagai wilayah kerja MAMPU.

Konferensi Penutupan Progam MAMPU mengumpulkan para aktor pelaku perubahan dalam kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Mereka adalah mitra Organisasi Masyarakat Sipil (OMS), pemerintah pusat dan daerah, tokoh adat dan agama, lembaga akademik dan riset, serta kelompok dampingan. Konferensi ini akan mempertemukan mereka untuk berbagi pengalaman dan pencapaian Program MAMPU selama delapan tahun beroperasi di Indonesia.

Skala dan cakupan kegiatan yang luas dengan mitra Program MAMPU selama delapan tahun terakhir telah menghasilkan berbagai pengalaman, pendekatan, dan pencapaian pada ribuan komunitas perempuan di 27 provinsi. Pencapaian ini termasuk membantu memberdayakan lebih dari 70.000 perempuan melalui keterlibatan mereka di lebih dari 3.500 kelompok lokal di 27 provinsi di Indonesia. Sebagai inisiatif bersama Pemerintah Australia (DFAT- Departemen Luar Negeri dan Perdagangan) dan Pemerintah Indonesia (BAPPENAS), MAMPU mendukung pemerintah Indonesia untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dengan membangun kepemimpinan dan pemberdayaan perempuan untuk meningkatkan akses ke layanan dan program pemerintah yang penting. Secara total, MAMPU telah bekerja dengan 13 organisasi dan lebih dari 100 mitra lokal di lebih dari 1.000 desa di seluruh Indonesia.



Tujuan Kegiatan

Konferensi Penutupan Program MAMPU bertujuan untuk menampilkan dan merayakan perjalanan 8 tahun MAMPU dalam upaya mewujudkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan terutama dalam mempersiapkan dan membangun jaringan mitra, meningkatkan suara dan pengaruh mereka terhadap kebijakan strategis, dan membuka akses yang lebih besar ke layanan bagi perempuan, terutama perempuan miskin dan kelompok rentan lainnya. 

Tujuan utama di atas dicapai melalui tujuh tujuan khusus yaitu: 

  1. Menampilkan perjalanan 8 tahun MAMPU bersama Mitra dengan menyoroti cerita perubahan paling signifikan dari individu dan kelompok dari berbagai tema dan area kerja MAMPU. 
  2. Menyajikan informasi dan data capaian Program MAMPU berdasarkan Theory of Change MAMPU yaitu peningkatan kapasitas dan kesiapan, suara dan pengaruh, serta akses perempuan kepada layanan. 
  3. Menyampaikan pembelajaran dari pendekatan unik, metode, inisiatif dan terobosan Program MAMPU kepada pemangku kepentingan, publik dan media. 
  4. Berbagi rekomendasi kepada pemangku kepentingan tentang isu kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan berdasarkan hasil sejumlah kajian dan penelitian yang telah dilakukan Program MAMPU selama 8 tahun pelaksanaannya. 
  5. Merayakan pencapaian Program MAMPU bersama Mitra melalui kegiatan refleksi, berbagi kisah sukses, dan rekomendasi roadmap gerakan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan Indonesia di masa depan. 
  6. Menginspirasi peserta untuk merumuskan, mengesahkan, atau merevisi berbagai kebijakan dan regulasi yang mendukung pencapaian kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. 
  7. Membangun hubungan yang positif dan sinergi yang kuat antara masyarakat sipil, anggota parlemen, dan pemerintah daerah / nasional untuk bersinergi menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia, khususnya perempuan.
Narasumber & Moderator

Narasumber & Moderator

Kenia Gusnaeni

Host

Jurnalis, News Producer & News Presenter RTV. Memulai karir sebagai Public Relation Officer di Metro TV, hingga memiliki pengalaman bertahun-tahun di banyak stasiun TV Indonesia.

Kania Sutisnawinata

Moderator

CEO Medcom.id, Senior Jurnalis & Senior Presenter. Mengawali karirnya sebagai memandu program berita di Metro TV, kemudian terpilih menjadi co anchor pertama yang mendampingi Dalton Tanonaka dalam program Indonesia Now. Hingga menduduki jabatan sebagai Wakil Pemimpin Redaksi Metro TV.

Andini Effendi

Moderator

Jurnalis & Former News Anchor Metro TV. Dalam perjalanan karirnya Andini Effendi telah mendapatkan penghargaan Best Current Affairs di Asian Television Awards 2019 & Elizabeth O’neil Journalism Award 2019.

Rory Asyari

Moderator

Jurnalis, Former News Anchor Metro TV & Enterpreneur. Rory sempat bekerja sebagai konsultan komunikasi dan public relations di FleishmanHillard Indonesia. Saat ini tengah merintis usaha mandiri dan menjadi pelatih public speaking merupakan kegiatan Rory Asyari untuk mengisi waktu senggangnya.

Azizah Hanum

Host

Jurnalis, penyanyi, drummer & News Anchor CNN Indonesia. Memulai karir sebagai Creative Assistant/Producer di Radio Trax FM, News Reporter untuk NET TV dan Travelling Presenter untuk KOMPAS TV. Saat ini Azizah Hanum membawakan CNN Indonesia Tech News.

NonaRia

NonaRia adalah grup musik jazz asal Indonesia. Grup musik yang beranggotakan Nesia Ardi, Nanin Wardhani dan Yasintha Pattiasina ini dibentuk tahun 2012. Nama "NonaRia" berasal dari "nona-nona ceria". Pada tahun 2018 Nonaria mendapatkan penghargaan Artis Vokal Jazz terbaik dari Anugerah Musik Indonesia.

Bonita and The Hus Band

Bonita & The Hus Band merupakan sebuah grup musik Indonesia yang beranggotakan Bonita (vokal), Petrus Briyanto Adi atau Adoy (gitar), Bharata Eli Gulo (drum), dan Jimmy Boyke Lb Tobing (saksofon). Sepanjang kiprahnya di dunia musik Indonesia, Bonita and The Hus Band telah menggelar dua buah konser, album rekaman audio, album rekaman audio-video, dan beberapa lawatan festival ke luar negeri.

Representatif Pemerintah Indonesia

I Gusti Ayu Bintang Darmawati, S.E, M.Si

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Dr. Ir. Himawan Hariyoga Djojokusumo, MSc

Sekretaris Utama Kementerian PPN / Bappenas

Dr. Ir. Subandi Sardjoko, MSc

Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan Kementerian PPN / Bappenas

Woro Srihastuti Sulistyaningrum, ST, MIDS

Direktur Keluarga, Perempuan, Anak, Pemuda dan Olahraga Kementerian PPN / Bappenas

Representatif Pemerintah Australia

Allaster Cox

Chargé d’Affaires

Kedutaan Besar Australia Jakarta

Aedan Whyatt

Counsellor for Poverty and Social Development, Australian DFAT

Kirsten Bishop

Minister Counsellor

Governance and Human Development, Australian Embassy

Team Leader MAMPU

Elizabeth Elson

MAMPU Team Leader 2014-2016

Caroline Tupamahu

MAMPU Team Leader 2016-2017

Kate Shanahan

MAMPU Team Leader 2017-2020

Direktur Mitra MAMPU

Nani Zulminarni

Direktur Yayasan PEKKA

Misiyah

Direktur KAPAL Perempuan

Mike Verawati Tangka

Sekretaris Jenderal Koalisi Perempuan Indonesia (KPI)

Amin Muftiyanah

Direktur Yasanti

Rusdiana

Direktur BITRA

Andriko Otang

Direktur TURC

Wahyu Susilo

Direktur Migrant CARE

Dina Lumbantobing

Koordinator Konsorsium PERMAMPU

Nur Tri Hastuti

Koordinator Program MAMPU - 'Aisyiyah

Veni Siregar

Sekretaris Nasional FPL

Yusran Laitupa

Direktur Yayasan BaKTI

Nanda Dwinta

Direktur Yayasan Kesehatan Perempuan (YKP)

Lily Danes

Sekretaris Jenderal Komnas Perempuan

Pra

Pra-Acara

  • Talkshow 01

    17 September 2020

  • Talkshow 02

    21 September 2020

  • Talkshow 03

    24 September 2020

  • Talkshow 04

    29 September 2020

Talkshow Sapa Perempuan MAMPU yang diselenggarakan pada 17 September 2020 merupakan episode pertama dalam rangkaian talkshow yang diadakan menuju pengakhiran Program MAMPU. Talkshow ini mengupas bagaimana perwujudan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Talkshow ini menghadirkan Juliani Ketua DPD Serikat Pekerja Rumahan Sejahtera, Sumatera Utara yang menjelaskan bagaimana pekerja rumahan memahami hak-hak pekerja rumahan setelah ada pendampingan dan pengorganisasian dari BITRA sebagai salah satu mitra Program MAMPU. Sedangkan Hasna, Koordinator Pendataan Serikat PEKKA Baubau, Sulawesi Tenggara antara lain menjelaskan bagaimana perempuan mengakses layanan dasar, seperti kebutuhan dokumen dan legalitas.

Episode kedua Talkshow Sapa Perempuan MAMPU digelar pada Senin, 21 September 2020 secara daring ini menghadirkan perempuan-perempuan akar rumput yang berbagi cerita perjalanannya mengenai perubahan kapasitas yang terjadi dalam diri mereka dan kelompok. Yeyet Imaniati, pembicara dari Ketua Jaringan Pekerja Rumahan Indonesia (JPRI) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menjelaskan bagaimana kapasitas pekerja rumahan di wilayahnya meningkat hingga bisa mempengaruhi kebijakan. Sedangkan R. Endang Cicik Widayat Koordinator Support Group Sekartaji (LRC-KJHAM), Semarang, Jawa Tengah berbagi tentang pengalamannya mendampingi perempuan dalam mengakses layanan penanganan kekerasan terhadap perempuan. Dari Kalimantan Barat, Eni Fitriani kader Balai Sakinah 'Aisyiyah Desa Sejegi, Kabupaten Mempawah, menceritakan bagaimana proses perubahan kapasitas perempuan di sana. Mulai dari penggelolaan bank sampah, hingga meningkatkan layanan kesehatan bagi perempuan.

Akses layanan dan peningkatan kapasitas menjadi bahasan dalam Talkshow Sapa Perempuan MAMPU ketiga. Acara daring yang digelar pada Kamis 24 September 2020 ini mengundang tiga pembicara, Sunarti J, Nunik Kristiana, dan Jekonmina Maibang. Sunarti, Sekretaris Balai Perempuan Desa Camba-Camba, Kab. Jeneponto ini mengulas tentang kondisi akses perlindungan sosial di wilayahnya termasuk bagaimana perempuan di desanya meningkatkan kapasitas dan menyuarakan aspirasi. Kisah tentang para pekerja rumahan di Bantul menjadi cerita yang dibawa Nunik, Serikat Perempuan Pekerja Rumahan Bunda Mandiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Nunik mengisahkan bagaimana para pekerja rumahan berserikat untuk memperjuangkan hak-haknya sebagai pekerja. Akses layanan kesehatan dan gizi perempuan dikupas oleh Jekomina Maibang. Anggota Forum Kepemimpinan Perempuan Akar Rumput ini berbagi tentang bagaimana para perempuan akar rumput di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara bisa berdaya melalui Credit Union, serta meningkatkan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi melalui One Stop Service & Learning Center.

This episode is the ultimate Sapa Perempuan MAMPU Talk Show, bringing together four women speakers. The virtual talk show held on Tuesday, September 29, 2020, featured Sarsina, the former Chairperson of Medulu Constituent Group, Kendari, Southeast Sulawesi, who discussed productive endeavors that contributed to women’s empowerment. The second speaker, Ririn Kusuma Ari W., an activist of Desbumi (Village that Cares for Migrant Workers or Desa Peduli Buruh Migran) of Ambulu, Jember, East Java, discussed how Migrant Care could empower the migrant workers and what changes that the ‘remittance heroes’ wished to achieve. The following discussion around Sekolah Perempuan (Informal Women’s School) was addressed by Lilik Indrawati, the chairperson of Sekolah Perempuan of Gresik in East Java. She also discussed the issues of women’s empowerment in the economic and health sectors. The last but not least, Sarah Lerry Mboeik, the Director of Women’s Initiative and Advocacy Development (PIAR) of East Nusa Tenggara (NTT), highlighted the collaboration between PIAR and the government in order to fulfill sexual and reproductive health rights.
Publikasi

Publikasi

Acara Utama

Acara Utama

  • Day 01

    8 Oktober 2020

  • Day 02

    9 Oktober 2020

  • Video

    List


Dialog Utama 1 Meningkatkan Kapasitas dan Kesiapan Organisasi Perempuan Akar Rumput

Kerja-kerja mitra di akar rumput membangun kapasitas komunitas perempuan menjadi bahasan utama dialog ini. Semua komunitas memiliki karakter yang berbeda. Sehingga mitra-mitra memilih pendekatan yang berbeda. Bagaimana cara para mitra berinisiatif memilih pendekatan atau metode untuk menyiapkan agar komunitas perempuan bisa berkelanjutan?

Ringkasan: Mitra KAPAL Perempuan mengupas tentang Sekolah Perempuan agar muncul pemimpin perempuan. PERMAMPU membahas Credit Union untuk mendorong perempuan berorganisasi. BITRA, akan berbagi pengalaman mengorganisir pekerja rumahan di Sumatera Utara. Yasanti juga akan mengulas kerja organisasi pekerja rumahan di Jawa Tengah.

Dialog Utama 2 Memperkuat Suara dan Pengaruh: Perempuan Mentransformasi Narasi Pemberdayaan

Kelompok perempuan memiliki suara dan aspirasi yang berbeda. Untuk itu, suara mereka perlu diperkuat agar didengar dan ditampung dalam kebijakan. Bagaimana narasi pemberdayaan ini bisa berkembang dalam pusaran para pemangku kebijakan?

Ringkasan: Mitra BAKTI bakal berbagi tentang keberhasilannya mempengaruhi kebijakan di daerah bersama dengan DPRD dan Dinas terkait. Komnas Perempuan akan membagi pengalamannya dalam mengadvokasi RUU-PKS. Migrant Care mengulas suara buruh migran dalam mengadvokasi UU Perlindungan Pekerja Migran. KPI akan membahas isu perubahan pasal dalam UU Perkawinan Anak. Sedangkan TURC akan berbagi pengalaman advokasi regulasi baik di tingkat kabupaten dan nasional

Dialog Utama 3 Meningkatkan Akses Perempuan terhadap Layanan Dasar

Ketimpangan antara hasil pembangunan dan aksesnya membuat perempuan tertinggal. Para mitra MAMPU membedah jalan agar para perempuan, terutama perempuan miskin, bisa menemukan akses untuk ikut menikmati hasil pembangunan. Bagaimana mereka membuka akses layanan dasar bagi para perempuan?

Ringkasan: Mitra Aisyiyah akan berbagi model dan keberhasilan mereka dalam mengakses pemeriksaan dan layanan Kesehatan. PEKKA bakal menjabarkan program Klik Pekka, yang membantu perempuan miskin dan keluarga mereka mengakses berbagai layanan dasar pemerintah. FPL akan mengulas pengalaman mengadvokasi korban kekerasan terhadap perempuan. YKP akan menjelaskan temuan mereka tentang layanan kesehatan dibutuhkan perempuan.



Pengalaman para mitra MAMPU dan komunitasnya bisa dikembangkan untuk mendapat metode dan pendekatan baru. Baik dalam kerja meningkatkan kapasitas, menggaungkan suara perempuan, hingga membuka akses layanan dasar.

Ringkasan: Para mitra MAMPU akan berbagi tentang kendala dan tantangan yang mereka temui selama kerja delapan tahun. Pengalaman kesempatan kerja kolaborasi multipihak juga menjadi catatan yang bisa menjadi bekal kerja pemberdayaan selanjutnya. Pada sesi ini, para mitra akan membeberkan pencapaian kerja mereka. Serta belajar dari tantangan dan kesempatan agar kerja pemberdayaan semakin berkelanjutan.


Video

Video

Dokumen

Dokumen

Name Document
- No Data -
Registrasi

Registrasi sekarang

Please enter your name.
Please enter your valid E-mail ID.
Please enter your phone number.
Please enter your message.

Your message has been sent successfully.
Sorry, error occured this time sending your message.

+62812-8998-0269

(09.00 - 17.00 WIB)

info@mampu.or.id

Info